Fakta Menarik Tana Toraja, dari Rumah Adat hingga Prosesi Pemakaman

fakta-menarik-tana-toraja-dari-rumah-adat-hingga-prosesi-pemakaman

Fakta Menarik Tana Toraja, dari Rumah Adat hingga Prosesi Pemakaman – Tana Toraja merupakan salah satu wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang kaya akan keindahan alam dan budayanya. Tana Toraja telah lama menjadi pilihan sukses bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Fakta Menarik Tana Toraja, dari Rumah Adat hingga Prosesi Pemakaman

fakta-menarik-tana-toraja-dari-rumah-adat-hingga-prosesi-pemakaman

callsurvey – Tradisi Tana Toraja juga sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat setempat, dan masih berlangsung hingga saat ini. Selain itu, Tana Toraja juga memiliki banyak destinasi wisata yang menarik, mulai dari tempat wisata religi hingga wisata alam.

Sebagian besar lanskap di Tana Toraja didominasi oleh rumah tradisionalnya yang unik. Lantas, apa saja enam fakta menarik lainnya seputar Tana Toraja? Lihat abstrak dari sumber di bawah ini.

1. Tana Toraja Miliki 5 Kuburan

Tana Toraja punyai beberapa kuburan unik berasal dari terhadap yang lainnya, seperti kuburan Goa, kuburan Gantung, kuburan batu Liang, kuburan pohon Passiliran, hingga kuburan Pattane. Satu satunya adalah Goa Londa yang biasanya adalah kompleks pemakaman kubur batu.

Goa ini menjadi tempat penyimpanan jenazah yang tertentu bagi keturunan segera leluhur Toraja. Goa Londa yang terletak di perbatasan pada Makale dan Rantepao, tepatnya di sebuah desa kecil bernama Sandan Uai.

Jauh sebelum masuknya agama Islam dan Kristen, nenek moyang penduduk Tana Toraja mengenal kepercayaan bernama Alukta. Kepercayaan inilah yang banyak sesuaikan dan menjadi landasan beraneka ritual kebiasaan dan formalitas di dalam penduduk toraja, keliru satunya adalah formalitas menyimpan jenazah.

2. Keunggulan Kopi

Tana Toraja berada di tempat pegunungan yang mayoritas penduduknya bertani kopi dan merupakan komoditas unggulan. Kopi Toraja adalah keliru satu varian kopi yang kondang dan berkualitas paling baik bersama cita rasa unik.

Uniknya, aroma herbal yang dihasilkan ini amat khas dan jarang ditemui terhadap kopi lainnya menjadikan kopi ini spesial. Kopi Toraja berwarna cokelat tua bersama bentuk biji yang tidak beraturan serta rasanya yang tidak amat pahit.

3. Ritual Rambu Solo

Ritual sakral penduduk suku Toraja ini diyakini dapat mengantarkan jenazah ke alam damai, yang disebut puya. Secara umum, ritual ini terdiri atas tujuh tahapan, yakni Rapasan, Barata Kendek, Todi Balang, Todi Rondon, Todi Sangoloi, Di Silli, dan Tadi Tanaan.

Keunikan Rambu Solo lainnya, yakni dikorbankannya puluhan ekor kerbau. Masyarakat Toraja percaya, kian banyak kerbau yang dikorbankan, akan jadi cepat jenazah menuju puya.

Usai jenazah dikuburkan, saatnya bagi para ibu untuk sediakan beragam hidangan berasal dari potongan hewan yang dikorbankan untuk dimakan bersama. Keluarga, tetangga, dan tamu yang mampir berbaur menyatu di dalam satu jamuan.

4. Kerbau di Tana Toraja Bernilai Tinggi

Kerbau berperan penting di dalam upacara Rambu Solo. Keluarga yang berduka biasanya berkurban beberapa kerbau untuk disembelih selanjutnya dibagikan kepada warga.

Kian langka kerbau berikut dapat menunjukkan kian tingginya strata sosial orang yang akan dimakamkan. Harga termahal kerbau di Tana Toraja dapat meraih Rp1 miliar lebih, tergantung tipe kelangkaan kerbau.

Salah satu tipe kerbau termahal adalah tedong saleko. Kerbau langka ini berkulit putih bersama gabungan belang hitam hingga bola matanya yang berwarna putih.

5. Rumah Adat Tongkonan

Tongkonan adalah tempat tinggal panggung berasal dari kayu dan atapnya yang menyerupai tanduk kerbau yang berfaedah penting bagi kehidupan sosial suku Toraja. Rumah ini menjadi tempat tinggal, upacara adat, kesibukan sosial dan membina kekerabatan.

Tongkonan terdiri atas tiga bagian, yakni bagian selatan, tengah dan utara. Pada bagian selatan adalah ruangan untuk kepala keluarga, ruang tengah untuk tempat berkumpulnya keluarga, dapur dan tempat untuk meletakan jenazah sebelum disemayamkan. Di bagian utara adalah ruang tamu, tempat letakkan sesaji dan sebagai tempat tidur.

Tradisi penduduk Toraja biasanya tidak segera menguburkan jenazah dan menyimpannya di tempat tinggal Tongkonan. Agar jenazah tidak cepat membusuk, maka jenazah dibalsem bersama ramuan tradisional.

6. Kain Tenun Khas Toraja

Peran penting di dalam lakukan upacara Rambu Solo ini yakni jenazah yang belum dimakamkan akan dibalut bersama kain tenun khas Toraja. Menurut kepercayaan suku Toraja yakni Aluk Tadolo perihal ini sebenarnya dilakukan sebagai syarat di dalam upacar Rambu Solo.

Hal itu dilakukan sebagai ungkapan hubungan kasih yang menghubungkan sanak saudara. Namun, karena mahalnya harga kain yang dijual bersama harga Rp 300.000 hingga Rp 5 juta, lambat laun pemakaian kain tenun ini pun jadi berkurang.

Seiring berjalannya waktu kain tenun Jawa bersama motif khas Toraja pun di memproduksi dan dipasarkan di Toraja. Dengan harga lebih tidak mahal berasal dari kain tenun asli hanya 100.000 ternyata membawa minat kembali penduduk untuk mengfungsikan kain tenun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *